Kamis, 03 April 2008

Terima Kasih

Assalamu'alaikum....
apa kabarmu disana sahabat ? semoga harimu berbahagia selalu baik untuk dirimu dan tentunya untuk orang lain, karena kebahagian bukanlah milik kita sendiri, ada kalanya jika kita menginginkan kebahagian itu tetap bersemi di hati kita, maka perhatikanlah apakah kita selalu berbagi kebahagiaan itu pada orang lain? : )
Untuk itu dengan terciptanya bloger ini, penulis merasakan adanya kebahagian di dalam hati, semoga setiap kata, kalimat dalam bentuk sebuah paragraf yang tersusun hingga menjadi seungkap makna yang bisa kita rasakan adanya manfaat atau tidaknya, maka penulis berharap agar selalu menjadikan amal yang membuat orang lain ( pembaca) tersenyum bahagia karena bisa mengambil sisi positif yang dapat dijadikan motivasi baik untuk kehidupan dunia maupun akherat, ataupun sisi negatif yang menjadikannya defent /perisai sebagai pengetahuaan antara yang haq dan mana yang bathil...semoga kebahagiaan itu selalu bersemi dihati penulis dan tentunya sahabat fillah. ;)


Berbicara mengenai kebahagiaan, tentunya setiap insan memiliki fitrah untuk hidup berbahagia. Keinginan yang kuat untuk mencapai sebuah kehidupan yang berbahagiaa dengan berbagai jalan yang kita tempuh, tetapi apakah semua orang mengetahui hakekat kebahagian itu sendiri?

kebahagian tidak bisa kita nilai dengan banyaknya mata uang yang kita miliki,
kebahagian tidak bisa kita sangka dengan harta, tahta, maupun jabatan yang menggandrungi kita, tapi kebahagian itu ada didasar hati...sebagaimana hadist Rasulullah Saw
Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tetapi, kaya itu adalah kaya hati. (Shahih Muslim No.1741)

Defenisi kaya bervariatif tergantung bagaimana seseorang menyikapinya, adapun hasil yang dicapai dalam kekayaan tersebut bersifat psikologis yang menjadikan hati senang, tentram, dan penuh dengan kemanfaatan, namun tidak semua orang bisa mengartikan kekakayaan tersebut dengan bijak dan logis..karena semuanya berdasarkan dzon (prasangka yang ada) sebagaimana firman Allah dalam surat al An ‘am : 116

“:Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta.”.
ayat ini menganjurkan bahwasanya kita mempunyai komitmen yang benar ketika kebanyakan manusia menilai hal-hal yang dapat menjadikan kebaikan telah diputar balikkan fakta menjadi opini yang negatife, karena meraka mengagap standaran hidup adalah dimulai dari kekayaan, banyaknya uang, harta, dan tingginya jabatan.
Subtansi yang benar-benar pada landasanya adalah mereka memahami arti sebenarnya, bukan melihat pada realita yang kebanyakan orang prasangkakan bahwasanya hal yang mendatangkan kebahagian adalah kekayaan,

Kebahagiaan tampak bila diri sempit hati, bibirpun tersenyum manis, lisan takkan pernah berhenti berdzikir untuk mensyukuri nikamat illahi.

Kebahagian kita nilai dengan sejauh mana ia bisa menerima kenyataan bahwa dirinya adalah makhluk yang takkan pernah kekal selama didunia maka dari itulah ia aplikasikan setiap kinerjanya pada landasan yang hakiki yang takkan pernah lepas dari nilai real (nyata) baik itu pada dzahirnya maupun batin, dengan inilah ia dapat menerima setiap kehendak dari Sang pencipta bahwasanya tak akan ada yang dapat ia upayakan untuk menempuh kebahagiaan itu sendiri terkecuali dengan sifat qana’ah, tawakal, do’a dan ikhtiar. Semoga kebahagian itu ada pada hati kita, sehingga hati kita menjadi tentram karenaNya (yang memberikan kebahagian)..;)..Allahum ‘alam

setiap manusia mempunyai nilai kebahagiannya tersendiri...ya! hanya kitalah yang mengetahui kebahagian kita sendiri....buktikan saja sendiri, sejauh mana kita sudah mensyukuri nikmat yang telah diberikan Rabbul 'ala

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Then which of the favours of your Lord will ye deny?
Ar Rahman
Allahu ‘alam Bishawab ..tulisan ini hanyalah opini saja jadi salah benarnya tergantung persepsi masing-masing orang yang menilainya, tpi Al Haq hanyalah milik Allah semata. untuk itu kita berlindung dan memohon Kepada Allah agar kita diberikan hidayah dan taufikNya


1 komentar:

tonnssuwiee mengatakan...

assalamualaikum,,,,
kak lulu bagus deh blogsnya... tetap semangat yah....tersenyum buat kei....dan kita semua, semoga tulisannya bermanfaat...hohohohoho

Posting Komentar